Selayang Pandang Metodologi Pendidikan dan Pengajaran Setia Hati Terate


SELAYANG PANDANG
METODOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
SETIA HATI TERATE





I

          Apabila mengkaji mendalam apa yang tersurat dalam Mukadimah, tertera dengan jelas hubungan yang erat kegiatan pendidikan dan pelajaran yang diajarkan di Persaudaraan Setia Hati Terate sebagaimana di kutip sebagai berikut, :
" ..... Maka Setia Hati pada hakekatnya tanpa mengingkari segala martabat - martabat keduniawian, tidak kandas / tenggelam pada pelajaran Pencak Silat sebagai pendidikan kejiwaan untuk memiliki sejauh - jauh kepuasan hidup abadi lepas dari pengaruh rangka dan suasana .....".
          Makna tersirat dalam pendidikan, seperti yang pernah dikemukakan oleh seorang Profesor / Pakar Pendidikan dari salah satu Universitas Negeri di Indonesia, pendidikan tujuan utamanya adalah mewujudkan manusia menuju kepada kebaikan. Hal ini identik dengan istilah yang dipakai dalam ajaran Setia Hati mendidik menjadi insan yang berbudi luhur. Beliau mencontohkan yang berkaitan peningkatan keterampilan kasus sebagai tukang copet, istilahnya adalah pelatihan / training, dan bukan pendidikan tukang copet, sebab keterampilannya yang diperoleh sebagai hasil pelatihan itu di nilai oleh norma sosial dan hukum, bukan termasuk nilai kebaikan tetapi malah merupakan tindak kejahatan.

          Raden Mas Imam Koesoepangat memberikan wejangan yang gampang dicerna dan dipahami oleh orang awam. Dicontohkan tujuan pendidikan dan pengajaran Setia Hati Terate ibarat merubah air sungai yang kotor menjadi air bersih yang layak diminum. Dan seorang pengajar / guru wajib memberikan tauladan atau contoh kepada para siswanya. Contohnya tatkala melatih senantiasa memakai pakaian seragam SHT. Dalam berkomunikasi dengan para siswa dipakai bahasa jawa kromo yang halus. Dikandung maksud tatkala berlatih, berdisiplin memakai baju seragam latihan, bukan pakaian bebas. Diharapkan dengan bahasa yang halus akan menanamkan nilai dan perilaku menjadi orang yang halus, mempunyai etika pergaulan yang baik sesuai dengan adat budaya lokal. Dalam memberikan latihan SHT telah dikenal adanya sistem latihan bersama secara komunitas ( klasikal ) dan sistem latihan khusus ( private ). 



II 

          Pendidikan yang bertujuan membuat perubahan perilaku kepada yang baik atau lebih baik, berkaitan erat dengan pelatihan untuk menjadikan insan yang mumpuni, memiliki kemampuan / skill yang profesional. Sehingga biasa kita kenal istilah Pendidikan dan Latihan ( Diklat ).
          Dalam sistem pendidikan umum dikenal adanya tiga pendekatan. Pertama Pendidikan Informal atau Home Schooling. Di SHT telah dikenal dalam bentuk latihan private. Pada awal pertumbuhan SHT sesungguhnya bentuk pendidikan informal atau lebih dikenal dengan latihan private ini yang muncul.
          Kemudian Kedua Pendidikan Formal atau Dalam Sekolah. Fenomena yang tengah berkembang pesat sekarang baik dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat / Komisariat SHT Perguruan Tinggi, Pelatihan di Unit Latihan Siswa Tingkat SLTA, Unit Latihan Siswa Tingkat SLTP, Unit Latihan Siswa Tingkat SD, juga Unit Latihan Santri di Madrasah - madrasah / Pondok Pesantren.
          Dan yang ketiga adalah Pendidikan Non-Formal atau Luar Sekolah atau Pendidikan Komunitas. Di SHT justru Pendidikan Non-Formal yang domonan, yakni melalui program pendidikan dan latihan di tingkat Sub-Rayon / Desa, Tingkat Rayon, Tingkat Ranting, Tingkat Cabang, dan Tingkat Pusat. Disamping itu fenomena yang tidak kalah menarik adalah tumbuh berkembangnya Unit Kegiatan Karyawan / Komisariat SHT dilingkungan swasta / perusahaan sebagai contoh antara lain di Telkom, Hotel, Carrefour dan lain - lainnya.

          Pendidikan erat berkaitan dengan pengajaran. Suatu ajaran senantiasa berhubungan dengan pengajar, metode / cara mengajarkan dan yang di ajar. Lingkup yang menyangkut semua hal yang berhubungan dengan ilmu cara - cara mendidik dan mengajarkan tersebut dinamai Metodologi Pendidikan dan Pengajaran. Dalam konteks Persaudaraan Setia Hati Terate disebut Metodologi Pendidikan dan Pengajaran Setia Hati Terate.
          Dalam praktek pengalaman sehari - hari perlu kita sadari bersama bahwa ketiga jalur alternatif pendidikan yang dilakukan, yakni pendidikan informal / sekolah rumahan, pendidikan formal / dalam sekolah, dan pendidikan non-formal / luar sekolah / komunitas tersebut mempunyai bobot yang setara atau seimbang. Permasalahan dilapangan yang sampai saat ini terjadi masih ada yang menilai mereka yang menjadi Warga lewat jalur pendidikan informal atau private itu dalam posisi lebih rendah daripada yang menempuh pendidikan lewat jalur non-formal / komunitas. 

          Permasalah tentang penilaian serupa terjadi antara mereka yang jadi Warga menempuh jalur pendidikan dalam sekolah seperti lewat UKM Pencak Silat / Komisariat Pendidikan Tinggi atau Unit Latihan Siswa atau Santri dikomparasi dengan mereka yang jadi Warga lewat jalur pendidikan non-formal / komunitas.
          Penilaian yang seringkali jadi acuannya adalah kecakapan olah raga Pencak Silat yang menjadi tolok ukur adalah prestasi dalam kejuaraan Pencak Silat yang diikuti. Namun jarang yang mampu melakukan kajian dan mawas diri permasalahan yang pernah terjadi di lapangan, kasus seorang atlit yang hebat berprestasi olah raga Pencak Silat-nya ternyata kurang seimbang dengan penghayatan nilai - nilai ajaran / ke-SH-an. Dan berakibat timbulnya permasalahan etika dan bermasyarakat. Oleh sebab itu Pendidikan dan Pengajaran Setia Hati Terate wajib diberikan secara menyeluruh keempat dimensi yakni dimensi teknik, dimensi kerohanian ( ke-SH-an ), dimensi berorganisasi dan dimensi pengabdian masyarakat.



III

Metodologi Pendidikan dan Pengajaran Setia Hati Terate

          Pada dasarnya tidak ada tingkatan / strata dalam sistem komunikasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Yang ada adalah saudara tua dan saudara muda ( kakak dan adik ).
          Tetapi untuk mempermudah praktik pengajaran dan pendidikan, SH Terate memberikan konsep tingkatan dalam sistem pelajaran atau latihan Pencak Silat. Sejauh ini tingkatan yang sudah ditetapkan adalah sebagai berikut :

Tingkatan          Senam          Jurus
1. Polos              1 s/d 30         1 s/d 6
2. Jambon           31 s/d 45       7 s/d 11
3. Hijau               46 s/d 60        12 s/d 20
4. Putih               61 s/d 90        21 s/d 36

          Disela - sela materi pelajaran senam dan jurus tersebut diberikan pelajaran pasangan, sambung persaudaraan, permainan blati, krippen, toya, warming up dan ke-SH-an. Khusus untuk atlit prestasi diberikan menu latihan ausdauer. Juga dilengkapi pengetahuan berorganisasi dan laku pengabdian masyarakat.
          Para Warga Setia Hati Terate adalah para Pendekar Setia Hati Terate yang dibagi dalam tiga tingkatan Warga Setia Hati Terate ( Pendekar ) seperti berikut :
Pendekar Tingkat I adalah mereka yang siswa yang sudah di syahkan menjadi Warga dan telah menyelesaikan seluruh materi pelajaran yang diberikan pada tingkat polos, jambon, hijau dan putih.

Tingkatan                              Materi
Pendekar Tingkat II               Jurus 1 s/d 15
Pendekar Tingkat III              Jurus 1

          Selanjutnya diberi gelar kehormatan kepada Warga Setia Hati Terate sesuai dengan kualitas SDM yang dimiliki :
1. Dimas Satria Anom
2. Dimas Satria Tama
3. Kakangmas Wira Anom
4. Kakangmas Wirayuda
5. Kakangmas Wiratama
6. Ki Hadjar Anom
7. Ki Hadjar
( Sumber dengan modifikasi : Krat Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro, SE. Garis - garis besar pendidikan Setia Hati Terate ).

          Pembahasan tentang metodologi pendidikan dan pengajaran Setia Hati Terate secara integrated ( terpadu ) perlu menyimak bahasan dan diskusi pada bidang Penyempurnaan / Amandemen Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Setia Hati Terate 2016, juga pembahasan dan diskusi bidang teknik / penyempurnaan Pedoman Standarisasi Materi Pembinaan dan Latihan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate 2016, juga pembahasan dan diskusi bidang ke-SH-an Persaudaraan Setia Hati Terate 2016, serta pembahasan dan diskusi bidang Pengabdian Masyarakat Setia Hati Terate 2016 dalam forum - forum yang diselenggarakan secara simultan pada Parapatan Luhur 2016 di Jakarta.



IV

          Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate berbentuk bunga terate yang senantiasa secara fleksibel mengambang di tengah - tengah air yang dinamis kadangkala surut kadangkala naik pasang. Hal ini memberikan inspirasi agar dalam menyusun strategi pendidikan dan pengajaran dapat menyesuaikan diri dengan tempat dan suasana. Dengan demikian apabila berada dilingkungan Pendidikan Tinggi apakah itu merupakan program pendidikan Strata satu dan dua, atau program diploma tiga atau akademi perlu bijak dengan karakteristik program pendidikan tinggi yang spesifik tersebut. Bahkan ada ide cemerlang yang di usulkan Cabang Sukoharjo - Jateng, bagaimana jika Setia Hati Terate dapat mengelola suatu Program Akademi Komunitas Swasta yang di inginkan adalah yang termasuk Akademi Komunitas BATTRA (Pengobatan Tradisional ).

          Terdapat serangkaian rencana kegiatan workshop paska Parapatan Luhur 2016 yang sementara ini mencuat hasil gagasan Warga :
  1. Workshop Desain Kurikulum Pengajaran dan Pelatihan Setia Hati Terate bagi Pendidikan Tinggi di Komisariat Setia Hati Terate Pendidikan Tinggi. Incaran awal tempat penyelenggaraan di Institut Teknologi Bandung ( ITB ).
  2. Workshop tentang Pendidikan dan Pengajaran Setia Hati Terate di Pendidikan Tinggi bagi mereka yang berasal Mahasiswa luar negeri dan kuliah di Indonesia. Hal ini dengan topik : Setia Hati Terate dan Hubungan Internasional. Incaran lokasi awal bertempat di Universitas Gadjah Mada ( UGM ), Yogyakarta.
  3. Workshop tentang penyelenggaraan Akademi Komunitas BATTRA metode Setia Hati Terate. Incaran awal berlokasi di Universitas Airlangga ( UNAIR ), Surabaya.
  4. Workshop Peningkatan Sumber Daya Manusia Setia Hati Terate sebagai Wirausaha. Incaran awal bertempat di Universitas Brawijaya ( UB ), Malang.

          Itulah sedikit wawasan mengenai " Selayang Pandang Metodologi Pendidikan dan Pengajaran Setia Hati Terate " yang dapat saya bagikan untuk Saudara dimanapun berada. Silahkan dapat Saudara bagikan kepada yang lainnya sekedar untuk berbagi dan menambah wawasan. Sekian .....dan Terimakasih .....

Salam Persaudaraan ......
  

Comments

ARTIKEL POPULER

Makna Tingkatan Sabuk PSHT

Pepacuh Anggota PSHT

Materi Ke-SH-an

Arti Pembukaan Persaudaraan Setia Hati Terate

Makna Pakaian PSHT

Makna Hati Putih Bertepi Warna Merah pada Lambang PSHT

Janji Setia Anggota PSHT

Mukadimah Persaudaraan Setia Hati Terate

Makna Bunga Terate pada Lambang PSHT

Materi Pembinaan Fisik PSHT